Nathan *17 Bulan*

Tanggal 11 September 2016, Nathan panas, dan ternyata muncul gigi geraham kiri bawah

Jadi di 17 bulan ini, Nathan

  1. Muncul 3 gigi geraham, setelah dicek lagi ternyata muncul geraham atas bawah kiri dan geraham kanan atas.
  2. Suka main telpon, baik handphone maupun telpon biasa. Kalau ada suara telpon, Nathan akan cepat-cepat datang untuk ikut denger dan kadang-kadang bicara.
  3. Lancar buka seleting. Artinya harus ingat untuk simpan tas di tempat yg aman kalau tidak mau isi tas dikeluarkan dan dijadikan mainan. Hehehe
  4. Suka main ke tetangga. Pintu terbuka, dia kadang keluar untuk ke tetangga dan cari teman main. Kebetulan ada 1 koko yang cocok main dengan Nathan. Jadi Nathan sering cari koko untuk main.
  5. Sejak balik dari rumah mertua, jadi makin nempel. Kalau weekend, kemana-mana bareng dan ikut-ikut terus. Pas hari minggu (18 Sept 2016) malah tidur siang maunya di dada mami. Persis kaya waktu masih baby. Untunglah kalo maminya pergi kerja, Nathan ga rewel, cuma melihat dengan muka datar tanpa ekspresi πŸ˜€

Cheers

Diana

12 Agustus – 12 September 2016

Ada apa dengan tanggal diatas? Hehehe

Jadi ceritanya Nathan dibawa ke kampung halaman mertua karena mertua ada beberapa keperluan disana yang memerlukan waktu agak lama. Rencananya sich 2 minggu, cuma jadinya sebulanan. Selama ini emang Nathan dijaga mertua pas kita kerja, jadi pas mertua harus pulang ya Nathan ikut, plus bawa mba (yang biasa bantu) juga dari Jakarta.

Jadi apa yang dilakukan mami Nathan selama Nathan ga ada, selain kerja tentunya ya :P. Weekend ada waktu untuk bikin-bikin dengan waktu agak bebas. Inilah yang saya lakukan pas Nathan dibawa mertua .

Permak Celana Jeans

permak-jeans
Kebetulan ada tetangga minta celana jeans nya dipermak, 1 jeans dikecilkan pinggangnya, 1 lagi dipotong jadi selutut

Celana Pendek

celana-pendek
Biar cerah, dimix pakai kain merah

Topi rajutan

topi-rajut
Saya buat untuk baby teman yang tinggal di UK. Topi ini untuk ukuran 1-2 tahun

Piyama

piyama
Pertama kalinya gunting dan jahit tanpa tanya mama. Deg-degan banget pas potong kain dan jahit, tapi berhasil πŸ˜€

Kemeja

 

kemeja
Ini juga gunting kain dan jahit tanpa tanya mama. Berhasil juga πŸ˜€

Kantong Kain

kantung-kain
Pesanan teman untuk kantong HP nya.

Sempat permak celana yang bolong, ganti karet celana dan potong tangan baju, cuma ga di foto. Lumayan lah untuk 1 bulan ya. πŸ˜€

 

Cheers

Diana

Piyama Nathan

Sebenarnya piyama ini dah jadi sejak Maret 2016. Ceritanya hadiah ulang bulan yag ke-11. Cuma belum beres-beres juga draft blognya. Mumpung ada waktu, draftnya dicicil untuk diselesaikan πŸ˜€

Setelah bikin celana Nathan, masih ada kain buat bikin celana (lagi). Tapi kali ini kainnya agak banyak, jd bisa sekalian bikin bajunya juga.

Kalau celana nya masih sama seperti celana Nathan yang lama, tapi agak diubah-ubah sedikit biar ga sama banget modelnya (plus dipanjangin) :D. Untuk pola nya baju, seperti biasa yg buat c mama (Nyokap Diana)

kemeja nathan

Setelah proses gunting dan jahit, TARAAAAAAAAA…….. Jadi deh celana dan baju Nathan πŸ˜€ πŸ˜€

Happy banget pas bajunya dicuci dan dipake ke Nathan, dia senyum-senyum dan betah dipake. πŸ˜€

athan sama piyama

Next buat apa lagi yah. Hehehe

Cheers

Diana

Double Bib

Setelah membuat DIY Bib Nathan dengan dasi kupu-kupuΒ . Saya mulai googling model bib yang lain. Lalu ‘jatuh cinta’ dengan bib dengan model dasi lainnya. Tidak ada polanya (setidaknya tidak ada yang gratis), kalo pola berbayar sich ada. :D. Karena ga mau beli pola, jadi saya kira-kira buat pola bib nya, sekaligus pola dasinya.

Dan setelah proses membuat pola, memilih bahan, beli kain keras (buat dasinya), beli benang (karena tidak punya benang yang match sama kainnya), gunting kain, menjahit bib. Inilah hasilnya

bib resize

2 bib ini polanya agak lain. Bib yang kotak-kotak biru (dasi merah), polanya sedikit lebih besar dari bib warna biru (dasi tosca). Beda kira-kira 0.5 cm saja sich. Tp saya merasa untuk pola lebih oke yang bib warna biru. Lebih proposional. Hehehe

Next nya, saya ingin menyempurnakan pola bib nya lagi #ketagihan-bikin-bib

Cheers

 

Diana

Nathan *15 bulan*

Hari ini Nathan 15 bulan. Yayyyyy..

  1. Giginya sudah 8, gigi ke-7 (atas kiri) keliatan pertama kali tanggal 15 Juni 2016 sedangkan gigi ke-8 (atas kanan) kelihatan tanggal 2 Juli 2016.
  2. Suka main air, berenang dan mandi jadi susah udahan.
  3. Tidur siangnya mulai cuma 1x per hari, tapi lamanya sekitar 3 jam lebih. Biasa mulai jam 10 pagi sampai 1 siang. Kalau bangun jam 12 siang, jam 3 sore tidur lagi.
  4. Pagi sore, kadang malas makan nasi, jadi masak bubur kasar untuk makan Nathan. Siang mau makan nasi dengan apapun yang dimasak hari itu.
  5. Sejak bisa jalan, suka jalan kemana-mana. Pintu depan kalau terbuka, bisa jalan sendiri ke rumah tetangga, harus extra jagainnya plus pintu juga harus ditutup atau diberi penghalang biar Nathan tidak keluar.
  6. Punya tempat kesukaan, kita sebut ‘lubang’. Jadi antara kasur dan tembok ada sedikit tempat kosong, tempatnya kita isi bantal dan guling. Nathan suka main di tempat kosong ini, sekalian suka menyimpan benda-benda kesukaannya (contohnya remote tv dan remote ac).
  7. Sukaaaa makan toge. Cah toge atau toge yang ada dimanapun, suka banget. Hahaha

Cheers

 

Diana

Double Celana Pendek

Setelah membuat celana pendek biru, saya mulai mencari-cari kain untuk membuat celana lagi. Sebenernya ke-2 celana ini dibuat tidak di waktu yang bersamaan. Celana kuning dibuat dengan durasi 3 minggu (selesai tanggal 27 Maret 2016), kalo celana ungu justru cuma 3 hari (2 – potong kain, 3-jahit dan selesai 8 April 2016).

Celana kuning

Untuk celana kuning, saya sempat stuck ketika membuat kantong di kiri kanan nya. Pertama-tama salah memotong kain untuk kantong sehingga kantong kemungkinan jadi kecil. Jadi saya akali dengan memberi list warna kuning. Dan ternyata membuat list ini cukup ribet yah untuk pemula seperti saya. Jadi deh lama karena saya perlu ‘merenung’ cara menjahit nya.Lalu buat kantong juga di sisi kanan kiri nya. Jadi jumlah kantongnya 4.

celana ungu

Untuk celana ungu, lebih cepat karena kantong tidak ada aplikasi yang sulit. Lalu tidak ada kantong extra seperti celana kuning. Kainnya motif ikan koi. Lucu. Hehehe

Cheers

 

Diana

Kelapa Muda Imitasi dan Puding Lumut *Weekend*

Haii… Weekend kemaren diniatin buat bikin hal-hal kekinian πŸ˜€

Sabtu (18 Juni), pagi-pagi buat Buble. Nutrijel rasa jeruk (bisa pakai rasa apa aja) + 4 sendok makan tepung tapioka. Tapi karena airnya kebanyakan. Jadi nya 5 sendok deh. Setelah di aduk sampai kalis, di bentuk bulat-bulat dan direbus sampai matang. Lalu disimpan di air gula. Awal-awal jadi enak sich, tapi lama-lama berasa keras πŸ˜›

bubble jelly
Buble Nutrijell

Siangnya buat Kelapa Muda Imitasi

kelapa muda imitasi
Kelapa Muda Imitasi — Dicampur Buble dan Selasih — Dikasi sirup

Resep aslinya :

  • 1 nutrijell plain
  • 3 sendok makan gula
  • 1/2 sendok teh garam
  • 65 ml santan kental
  • 500 ml air

Campur dan panaskan di atas api. Setelah mendidih, hilangkan uapnya dan simpan di kulkas. Tunggu dingin dan kerok memakai kerokan kelapa. Karena ga punya kerokan kelapa, saya pakai tutup botol yang sudah dicuci bersih πŸ˜€

Tapi resepnya diubah sedikit, santannya 75 ml dan airnya 400 ml. Dah hasilnya enakkk. Nathan sampe minta lagi dan lagi dan lagi. Dan ‘kelapa’nya habis dengan cepat. Semua makan dengan semangat. Mertua, suami, saya, nathan, tetangga (pas bikin ada tetangga dateng, dibagi juga deh), dan mba. Saya sengaja simpan buat mba, agarΒ bisa dimakan pas buka puasa.

Minggu (19 Juni)

puding pandan
Puding Lumut

Resep puding ini hasil search dan feeling. Ada yang pakai 2 sachet agar-agar (coret, cuma punya 1 sachet), pake air lemon (coret, ga punya), takaran gula nya pake gram (coret, ga punya timbangan). Jadi inilah resep puding lumut ala Diana :

  • Pandan tua 8 helai plus pandan muda beberapa helai, blender dengan air, saring dan ambil airnya
  • 8 sendok makan gula
  • 1 butir telor ayam
  • 140 ml santan
  • 1 sachet agar-agar
  • Air sampai kira 600 ml (boleh lebih jumlah airnya, tapi artinya puding menjadi lebih lembek)

Cara membuat :

  • Kocok telur dan masukkan gula
  • Masukkan agar-agar , santan, air pandan, dan air
  • Masak di atas api sampai mendidih. Biarkan mendidih sampai terlihat lumutnya.
  • Masukkan ke cetakan, hilangkan uapnya dan simpan di lemari es agar keras.
  • Siap dimakan πŸ˜€

 

Cheers

 

Diana